Beberapa teman yang saya tanya tentang calon presiden yang akan dipilihnya pada saat pemilu nanti, mayoritas menjawab memilih Prabowo sebagai calon presiden. Alasan teman-teman saya memilih Prabowo karena Prabowo merupakan orang yang disiplin karena dididik dari TNI dan merupakan bagian dari orde baru dimana pada zaman itu kehidupan masarakat dirasakan mengalami kesejahteraan (harga barang murah). Terlepas dari itu saya kira promosi Gerindra di televisi ternyata cukup ampuh mengingat dilihat dari iklan di televisi, iklan partai Gerindra sepertinya paling gencar mempromosikan dirinya dibandingakn iklan partai lainnya.

Tapi bukankah pada orde baru banyak terjadi korupsi? Memang banyak jika melihat di berita tentang persidangan orang-orang orde baru yang tersangkut kasus korupsi, tapi hingga saat ini Prabowo merupakan orang yang masih bersih dari tindakan korupsi. Dan apa mungkin pada zaman begini orang masih berani korupsi dimana peraturan benar-benar ditegakan apalagi KPK dimana-mana dengan peralatan canggih menyadap telepon. Jawaban yang memungkinkan terjadinya korupsi ialah akhlak yang buruk.

Kembali mengenai calon presiden, bagaimana dengan calon presiden lain seperti Megawati, SBY atau JK? Megawati pernah sudah pernah memimpin negara ini, SBY saat ini menjadi orang nomor satu dan JK merupakan wakil dari SBY. Entah kenapa saat tiga orang ini menjadi pemimpin, kemajuan ekonomi kurang dirasakan meningkat secara signifikan. Harga-harga barang masih dirasakan mahal, nilai tukar dollar masih tinggi dan harga sembako juga mahal. Hal ini tidak sebanding dengan zaman orde baru. Tapi apakah adil membandingkan situasi saat ini dengan situasi orde baru? Sebagai orang awan menurut saya sah-sah saja. Orde baru juga banyak mengalami kejelakan yang sangat parah seperti korupsinya. Tapi masyarakat awam tidak mau perduli, yang penting mereka bisa hidup dengan mudah tanpa diganggu harga-harga yang melambung tinggi.

Bagaimana dengan calon presiden lain yang terkenal dengan reformasinya yaitu Amien Rais. Amien Rais pernah menjadi ketua MPR. Jika melihat sosok Amien Rais saat berbicara, jelas sosok orang yang mempunyai pemikiran sistematis. Tapi peluang dari partai PAN yang mengusung Amien Rais sepertinya harus berjuang lebih keras lagi untuk meloloskannya menjadi pemimpin negara ini.

Calon presiden lainnya yaitu Sri Sultan Hamengkubuwono X, Sutiyoso, Hidayat Nur Wahid dan masih banyak lagi, bahkan Deddy Mizwar ingin menjadi calon presiden. Entahlah ada beberapa nama yang belum teruji kepemimpinannya. Tapi apa memang harus memilih nama baru karena nama-nama lama dirasakan kurang "menggigit" dalam memimpin Indonesia. Terus terang saya aja bingung mau memilih siapa karena calon presiden di Indonesia banyak sekali. Coba lihat pemilu di USA, calon presiden cuma 2 kandidat. Yang pasti menjadi seorang presiden itu sangat berat dengan tanggung jawab yang begitu besar. Mudah-mudahan yang mencalonkan sebagai calon presiden benar-benar mempunyai niat yang kuat dan kemampuan yang memadai sehingga dihasilkan hasil yang benar-benar maksimal dalam mensejahterakan rakyat.