Pergejolakan membuat suasana yang tetap harmonis di kala rutinitas pekerjaan yang selalu menyibukan bagi pihak tertentu. Ketika W memutuskan untuk mendapatkan barang baru yang diduga oleh S adalah hasil cipta dari E. Alhasil kesepakatan yang telah ditetapkan sebelum pengobat kebosanan itu hadir di tengah ruangan minimalis itu pun dilanggar. Hampir setiap hari tamu mengunjungi untuk mencicipi hidangan yang telah disiapkan. Tawa dan penyesalan pun berlomba memeriahkan pesta pengobat gunda yang membuat pengat pun malas untuk mengucur.

Ketika E memutuskan untuk mendeklarasikan kepada S, S merasa adanya pelanggaran hak hasil perundingan yang tidak dapat ditolerir. Alhasil I pun dirasakan tidak simpatik dengan pergejolakan kesenangan yang terjadi. Apa perlu subsidi negara dinaikan demi kesenangan yang tidak dirasakan oleh S? Apa mungkin S hanya munafik saja untuk tidak memancing di air keruh?

Sekarang S pun memutuskan untuk beristirahat meski terjadi peraduan abnormal di bawah bayang-bayang ayat suci. Tidak, musik setan ternyata lebih bergema.

Ah dasar mereka saja yang bodoh. Ketika mereka membutuhkan sesuatu dan mereka seperti orang bodoh yang terperangkap nista sembari menunggu cinta.