10/03: Ada Apa Dengan Setan?
Teman saya pernah bertanya kepada saya, kenapa saya tidak takut sama setan. Gampang saja, saya bilang kalau saya melihat setan, maka saya akan ketawa terbahak-bahak. Lalu bagaimana kalau setan tersebut ikutan ketawa. Ya, saya mesti tertawa lebih keras lagi dong, hingga saya hanya bisa mendengar suara tertawa saya saja. Wong telinga saya lebih dekat dari mulut saya.
Kenapa sih orang takut sama setan? Dari zaman firaun pacaran, setan itu terkenal menyeramkan. Setan emang serem kok, percaya deh. Tapi mesti dilihat dari sisi psikologis, kenapa orang takut sama yang seram-seram. Saya mendengar hari ini di acara silet tentang sungai di bawah laut aja, saya jadi takjub. Padahal apa yang ditayangkan di silet tersebut, kalau cari di google ternyata sudah lama dan banyak diceritain di situs-situs luar. Jadi saya ini takjub karena saya baru tau. Pada saat yang bersamaan, orang Mexico tidak akan takjub lagi mendengat berita ini. Ternyata saya baru cukup umur untuk mengetahui berita ini.
Bagaimana jika waktu Anda kecil, Anda sering melihat hal-hal yang menyeramkan (jika dilihat dari sisi pandangan orang dewasa)? Boneka Anda berwujud kuntilanak. Kasur Anda bercorak darah. Bantal Anda bergambar pocong. Dinding Anda pun terdapat poster suster ngesot. Ketika anak berumur di bawah 2 tahun, saya pikir anak tidak akan takut melihat hal ini. Tentunya jika hal-hal seram ini sering dilihatnya. Lalu apa yang terjadi ketika anak tersebut tumbuh dewasa? Dia tidak akan takut jika melihat setan kepala buntung.
Saya bercerita tentang pola hidup seorang anak yang sering melihat hal-hal seram sehingga anak tersebut tidak takut lagi. Jika saya biasa memegang mouse memakai tangan kanan, maka bolehlah sekali-kali memegang mouse memakai tangan kiri. Kenapa? Secara kesehatan, pemakaian mouse terlalu banyak pada satu tangan, dapat membuat otot keletihan. Bagaimana jika saya sering memegang mouse dengan tangan kiri? Satu minggu saja, saya yakin orang yang baru mengenal saya, akan berpikir kalau saya adalah seorang kidal. Padahal cuma masalah kebiasaan kok. Kebiasaan melatih tangan yang lain.
Jika saya takut sama setan, sekarang saya bertanya, apakah saya takut jika melihat Doraemon datang menghampiri saya? Mahluk bulat berwarna biru putih dengan bentuk seperti kucing raksasa. Jika saya takut terhadap setan, maka saya jamin otak saya berpikir secara rasional. Dan jika saya berpikir secara rasional, maka melihat Doraemon pun logikanya saya akan takut. Jika saya tidak takut melihat Doraemon menghampiri saya tapi sama setan saya takut, maka panggil saya bego. Tapi apa yang terjadi jika anak kecil, bahkan berumur di atas 2 tahun jika melihat Doraemon? Mereka tersenyum! Ternyata Doraemon yang lucu dengan setan tidak ada bedanya bukan? Sama-sama seram jika Anda melihatnya. Jadi seram itu hanyalah sihir di otak dan Anda lah yang menyihirnya. Jadi berpikirlah dengan tenang.
Cara memandang terhadap suatu hal pada setiap orang itu berbeda-beda. Dan setiap perbedaan haruslah dihargai. Sekarang kenapa saya takut sama setan? Karena seram. Ok. Sekarang kalau saya mengetahui ternyata setan tidak bisa menyentuh diri saya. Apakah saya akan lebih tenang? Ternyata setiap saya melihat setan, saya dapat uang ratusan juta. Apakah saya senang akan melihat setan? Nyatanya persepsi orang tentang setan itu adalah mahluk yang jahat dan bisa membunuh manusia. Pertanyaannya, kata siapa? Anda melihatnya tv? Ayolah acara di tv itu bergerak di bidang bisnis. Jika Anda tidak pernah melihat setan, maka bangunlah persepsi di otak Anda bahwa setan itu derajatnya di bawah manusia. Bumi ini adalah hak tempat tinggal Anda. Dan Anda hanya takut dengan pencipta Anda. Bagi Anda yang sering melihat penampakan setan dan Anda merasa menderita. Menurut saya, itu derita lo dan sana tobat n good luck.
Timbul pertanyaan, kenapa sih orang bisa melihat setan? Saya yakin, manusia dengan setan itu ada hijab / pembatas. Jadi jika Anda merasa orang normal, baik dan mengetahui kalau berbuat dosa itu salah, maka kemungkinan sangat besar Anda tidak bisa melihat setan. Terkecuali jika Anda menyukai hal mistis sehingga Anda merequest agar bisa melihat setan. Bagaimana dengan paranormal, mengapa mereka sepertinya bisa melihat setan? Pendapat saya, paranormal melakukan suatu rutinitas di luar ajaran agama. Akan panjang jika saya ceritakan tentang rutinitas ini. Hati-hati banyak paranormal berkedok kyai. Atau bahkan seorang kyai yang tidak sadar klo dia sedang menjadi paranormal. Bagi yang beragama Islam, telitilah belajar ilmu sufi ;). Lalu kenapa anak kecil sering dikatakan bisa melihat setan? Sebenarnya anak kecil tidak bisa dikatakan bisa melihat setan, orang dewasa yang sedang sakit pun bisa melihat setan. Loh sakit apa? Jika Anda ketakutan yang sangat akut, pastilah syaraf pada belakang kepala Anda menjadi tegang. Bagi mereka yang sakit dan sakitnya behubungan dengan syaraf ini, maka ada kemungkinan bisa melihat setan. Tapi kenapa ada orang yang dari lahir bisa melihat setan? Jawaban saya, coba lihat silsilah keluarganya. Bapaknya paranormal apa bukan? :) Jika tidak ada, silahkan baca paragraf di bawah ini.
Intinya untuk melawan rasa ketakutan harus dijernihkan dengan ilmu yang benar. Dimana-mana banyak setan kok. Kalau dimana-mana banyak setan kenapa mesti takut sama setan hanya pada suatu tempat? Pokoknya setan itu dicuekin aja, jangan berpikir Anda bisa melihat setan. Setan hanyalah anak anjing hitam kecil yang menggonggong keras, tapi jika ditendang juga mengaing-aing. So buat apa takut sama setan. Takutlah sama Tuhan. Dengan melanggar ajaran agama, Anda berteman dengan setan. Bagaimanakah berteman dengan setan? Ujung-ujungnya Anda akan rugi, contoh kecil sehari-hari Anda sering ketakutan. Dan satu faktor lain yang saya perhatikan membuat seseorang mudah diganggu oleh setan yaitu tatoo. Jika Anda punya tatoo, sana tobat n good luck. :)
Apa yang terjadi jika saya sedang sendirian dan melihat setan?????? Saran saya bersabarlah. Kan sabar itu tidak ada batasnya :) Tapi toleransi ada batasnya loh, jadi kabuuuurrrr dong! Hehe cari teman merupakan ide bagus. Kata Acha dan Irwansyah juga "berdua lebih baik". Tapi kalau Anda sedang di tempat tidur dan terbangun di tengah malam dan melihat setan, cobain deh tidur lagi. Rasa ngantuk itu lebih kuat dari rasa takut terhadap setan.
Percaya deh, setan itu paling malas ganggu klo orang lagi ga sendirian. Tapi klo Anda sedang sendirian, ya cuek aja, hindari syaraf di belakang kepala Anda tegang dan tertawalah terbahak-bahak. Anda jadi ga akan takut, paling2 dibilang gila sama orang. Dan sangat kebetulan, setan paling malas ganggu orang gila loh. Coba lihat mana ada orang gila bilang klo dia pernah melihat setan. Cobain deh mulai sekarang Anda sekali-kali bertanya sama orang gila.. :p


devin wrote: