Ceritanya ketika saya sedang solat Jumat di masjid..entah apa namanya karena masjid yang terletak di lokasi perkantoran itu baru pertama kali saya singgahi. Terasa sejuk saat memasuki ruangan masjid, maksud saya memang benar-benar sejuk karena ac masjid tersebut berhembus sangat kencang. Dengan situasi perut yang agak lapar karena pagi hanya sempat makan sarapan semi padat cenderung cair dan melalui malam yang selalu korupsi terhadap pagi, untungnya karena ruangan sudah terisi agak ramai dan adzan pun mulai dikumandangkan, kesejukan itu pun berkurang..hanya rasa ngantuk yang tidak berkurang seditkit pun :)

Kejadian yang menarik bagi saya yaitu ketika adzan dikumandangkan, suara ayam berkokok pun menyahutinya dan selau berulang-ulang. Heran juga akan peristiwa ini, meskipun keheranan pertama di otak ini yaitu mengapa lingkungan kantor ada makhluk yang disebut sebagai ayam. Sebagai seseorang yang awam akan kejadian ini membuat saya ingin membuka google dan mengetikan keyword "mengapa ayam berkokok". Berhubung saya berusaha seprofesional mungkin menjalankan agama, pikiran itu pun dihilangkan untuk mendengarkan khotib berkhutbah meskipun rasa ngantuk masih terus menghantui.

Saat ini pukul 11.53pm, masih Sabtu. Klo sudah malam begini rasanya jarang mendengar ayam berkokok, kalo anjing melolong harusnya sering terdengar. Klo berdasarkan isu2 yang pernah berkunjung ke telinga saya, anjing melolong artinya ada setan lewat atau saat malam itu ada orang yang meninggal dunia. Entahlah benar apa tidak karena saya ga bisa melihat dan ga perduli sama setan dan orang yang sudah meninggal hanya bisa didoakan saja.

Hari Sabtu terlihat sibuk, karena lagi membuat website gereja dan PK yang sepertinya mengandalkan keberuntungan dan cenayang untuk menyelesaikannya. Logika kadang belum cukup umur dan berusaha mengejarnya dengan mesin waktu. Ternyata hari ini didominasi dengan tidur, jalan2, main game lan dan nonton dvd. Sepertinya adil juga satu hari dalam tujuh hari dipakai untuk melepas rutinitas tanggung jawab.

Ngomong2 dengan mesin waktu, malam tadi baru nonton film The Time Traveler's Wife. Seorang lelaki yang bisa meloncat ke masa lalu dan masa depan. Film fiksi. Klo saya punya mesin waktu hal pertama yang ingin saya lakukan adalah tidak ingin punya mesin waktu.

Kembali lagi ke persoalan ayam berkokok :p
Saya pengen mengetik kenapa ayam berkokok dalam bahasa sunda di google, berhubung taunya ayam itu chicken dan berkokok ga tau sundanya terpaksa mengetik "why chicken sound", tanpa tanda kutip tentunya. Aneh itu hasil pencarian. Ya udah pake bahasa indo "mengapa ayam berkokok", dapet nih satu link teratas http://s4iga.wordpress.com/2009/04/26/kenapa-ayam-berkokok-dan-anjing-melolong/ Wah menarik sekali isi link tersebut seperti Anda sedang membaca tulisan saya ini. huahahahah

Mengutip isi blog tersebut :

“Apabila kamu mendengar ayam jago berkokok (di waktu malam), mintalah anugerah kepada Allah, sesungguhnya ia melihat Malaikat. Tapi apabila engkau mendengar keledai meringkik (di waktu malam), mintalah perlindungan kepada Allah dari gangguan syaitan, sesungguhnya ia melihat syaitan.”

(HR. Bukhari dengan Fathul Baari 6/350, Muslim 4/2092 no. 2729. Tambahan yang terdapat dalam kurung diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Adabul Mufrad no 1236, lihat silsilah Adabul Mufrad no. 938 dan Silsilah Ahaadist ash-Shahiihah no. 3183. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu.)

“Jika kalian mendengar lolongan anjing dan ringkikan keledai pada malam hari maka berlindunglah kepada Allah darinya karena ia melihat apa yang tidak dapat kalian lihat.”

(HR. Abu Dawud no. 5103, Ahmad 3/306, 355-356 Shahih al-Adabul Mufrad no. 937 serta Ibnu Sunni no. 311 dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah. Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘Anhu.)

Dikutip dari buku “Doa dan wirid mengobati guna-guna dan sihir menurut al-quran dan as-sunnah” oleh Ustadz Yazid, terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi’i.


Setelah membaca hadist tersebut setidaknya saya mendapat referensi apa dan kenapa tentang peristiwa ini. Saya buka google translate dan mengetikan "why chiken crow" untuk mencari alasan secara ilmiah mengapa ayam berkokok namun masih tidak ketemu :(

Sempat terpikir oleh saya, kokokan ayam itu bernada panjang dan adzan pun bernada panjang. Apa karena ayam mendengar adzan dikiranya adzan tersebut adalah kokokan ayam lain sehingga ayam tersebut menyahutinya? Hal seperti ini yang dapat dijadika alasan untuk bersikap sceptis terhadap hadist(Islam). Bagaimana jika ayam mendengar ayam lain berkokok, apakah ayam tsb mendengar bunyi tsb sebagai kokokan ayam juga? Apa ada orang yang pernah mengetahui bagaimana suara yang sampai di telinga ayam? Sampai saat ini hanya hadist inilah tulisan sebagai sumber mengenai kokokan ayam yang saya temui, belum ketemu sumber dari yang lain.

Lalu bagaimana jika Anda yang berkokok, apakah ayam akan menyahuti kokokan Anda? Silahkan berkokok. Tidak ada yang melarang.