16/01: Teater Kesadaran
Teater Kesadaran
Pada tebing lelah-ku
Pada titik nadir daya tahan-ku
Pada limit imunitas-ku
Horizon menyadarkan-ku
Oooooh…kepongahan itu
Pada irisan sembilu yang menyayat-nyayat itu
Pada luka yang masih juga menganga itu
Pada perih yang menyentakkan itu
Pelangi khazanah mentausiyahkan akal-ku
Oooooh...kezaliman itu
Pada cakrawala yang mengembara
Pada cita yang membuncah
Pada mimpi yang melela
Pada cahaya yang menyapa
Oooooh…di mana aku
Pada tebing lelah-ku
Pada titik nadir daya tahan-ku
Pada limit imunitas-ku
Horizon menyadarkan-ku
Oooooh…kepongahan itu
Pada irisan sembilu yang menyayat-nyayat itu
Pada luka yang masih juga menganga itu
Pada perih yang menyentakkan itu
Pelangi khazanah mentausiyahkan akal-ku
Oooooh...kezaliman itu
Pada cakrawala yang mengembara
Pada cita yang membuncah
Pada mimpi yang melela
Pada cahaya yang menyapa
Oooooh…di mana aku
20/12: Hitam
Entah mengapa kamu begitu
Tapi aku tau apa itu
Telinga dibisiki rayuan
Mata menyaksikan keindahan
Kulit menyentuh kehalusan
Hidung bernapas wewangian
Lidah masih mempertahankan jati diri aku
Kau olah kata bijak
Kau lunturkan dengan salah tindak
Meski aku tau kau membungkusnya
Meski aku tau itu terpaksa demi mereka
Meskinya kau tau itu demi kau
Meskinya kau tau ilmu hitam di otak aku
Tapi aku tau apa itu
Telinga dibisiki rayuan
Mata menyaksikan keindahan
Kulit menyentuh kehalusan
Hidung bernapas wewangian
Lidah masih mempertahankan jati diri aku
Kau olah kata bijak
Kau lunturkan dengan salah tindak
Meski aku tau kau membungkusnya
Meski aku tau itu terpaksa demi mereka
Meskinya kau tau itu demi kau
Meskinya kau tau ilmu hitam di otak aku

